Senin, 27 Mei 2013

Skill Toefl


SKILL TOEFL 1 – 5


SKILL 1         : BE SURE THE SENTENCE HAS A SUBJECT AND A VERB

Dalam skill 1 ini, akan dimulai dengan kalimat 1 clause (kalimat tunggal). Dalam kalimat tersebut harus terdapat subyek dan kata kerjanya. Mungkin anda diminta untuk mencari subjeknya saja, atau kata kerjanya saja, atau kedua-duanya. Pastikan dalam kalimat tersebut tidak terdapat subjek dan kata kerja yang berlebihan.
Contoh:
1.  ……..was backed up for miles on the freeway
(A)   Yesterday
(B)   In the morning
(C)   Traffic **
(D)   Cars

Pembahasan : C
Pada contoh ini anda harus sudah menentukan apa yang tidak ada dalam kalimat, dan segera mengetahui bahwa dalam kalimat terdapat kata kerja (was), berarti yang tidak ada subjeknya. Karena kata kerja (was) menunjukkan kata kerja tunggal, maka diperlukan subyek tunggal . Dalam pilihan jawaban  yang merupakan subyek tunggal adalah (C) Traffic, sedangkan jawaban (D) Cars merupakan subyek jamak.

2. The boy ......... going to the movies with a friend
(A) he is
(B) he always was
(C) is relaxing
(D) will be **

Pembahasan : D
Kalimat di atas telah memiliki subject (the boy) dan memiliki part of verb (going), agar kalimat tersebut benar maka butuh bentuk verb BE agar kalimatnya menjadi komplit. Jawaban A dan B salah karena akan kelebihan subject (he). Jawaban C salah karena akan terjadi double verb ING dengan GOING.

3. Engineers .......... for work on the new space program.
(A) necessary
(B) are needed **
(C) hopefully
(D) next month

Pembahasan : B
Contoh di atas terlihat bahwa telah memiliki subject Engineers dan tidak memiliki verb. Karena jawaban B, Are Needed adalah verb maka ini adalah jawaban terbaik. Jawaban A, C, dan D bukan verb, sehingga salah.

4. Newspapers ............ every morning and every evening.
(A) delivery
(B) are delivered **
(C) on time
(D) regularly

Pembahasan : B
Kalimat diatas memiliki Subject yaitu Newspapers, tapi tidak memiliki Verb. Jawaban (A) delivery, (C) on time dan (D) regularly adalah salah karena mereka bukan subject. Jawaban (B) are delivered benar karena itu adalah verb.

SKILL 2         : BE CAREFUL OF OBJECTS OF PREPOSITIONS
Object of preposition adalah benda atau kata ganti benda yang datang sesudah preposisi (in, at, on, to, by, of, behind, about, above, across, after, against, along, among, around, as, bellow with, dan lain-lain)
Contoh (After his exams) Tom will take a trip (by boat)
Kalimat ini terdiri dari 2 object of prepositions. Exams adalah object of prepositions dari after dan boat adalah object of prepositions dari by.
Sebuah object of prepositions bisa membingungkan, sebab dia bisa disalah artikan sebagai subyek dalam kalimat tersebut. Tetapi yang harus anda ingat bahwa kata yang hadir sesudah preposisi (in, at, on, dll) adalah sebagai object of prepositions, jadi tidak mungkin dia berfungsi sebagai subyek.
Contoh:
1. With his friend …….found the movie theater
(A)   Has
(B)   He **
(C)   Later
(D)   When

Pembahasan: B
Terlebih dahulu anda harus menentukan subyek dan kata kerjanya, seperti contoh di atas, kita sudah menemukan kata kerjanya yaitu found , berarti dalam kalimat itu yang tidak ada subyeknya. Jangan mengira bahwa friend adalah subyek, sebab friend adalah object of prepositions dari with. Jadi jawaban yang benar (B) he.

2. To Mike ....... was a big surprise.
(A) really
(B) the party **
(C) funny
(D) when

Pembahasan : B
Dari kalimat diatas, harus dipahami bahwa Mike (noun) bukalah Subject tapi object of preposition dari To.  Subject dari kalimat diatas tidak ada, sedangkan Verbnya adalah was. Karena yang dibutuhkan adalah Subject, maka jawaban terbaik adalah (B), the party. Sedangkan (A), (C), dan (D) salah karena mereka bukanlah Subject.


SKILL 3         : BE CAREFUL OF APPOSITIVES
Appositives juga bisa disalah artikan sebagai subyek dalam suatu kalimat. Appositives adalah kata benda yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain yang mempunyai arti yang sama.
Catatan:
1.       Apabila terdapat dua tanda koma dalam satu kalimat, maka bisa dipastikan kalau subyeknya adalah yang di depan sebelum tanda koma pertama.
Contoh:  Nurul , the best student in the class, got an A on the exam.                     
                    S                     APP                       V          

2.       Apabila terdapat satu tanda koma dalam satu kalimat, maka bisa dipastikan kalau subyeknya adalah yang ke dua setelah tanda koma.
Contoh:  A really good mechanic, Toni is fixing the car
                                   APP              S         V

SKILL 4         : BE CAREFUL OF PRESENT PARTICIPLES
Present participles adalah bentuk kata kerja berakhiran –ing (talking, playing). Dia akan berfungsi sebagai kata kerja kalau di dahului oleh bentuk kata kerja be.
Contoh: The man is talking to his friend
                               Verb

Present participles berfungsi sebagai kata sifat (adjective) apabila dia tidak dahului oleh bentuk kata kerja be.
Contoh: The man talking to his friend has a beard
                                Adjective
Pada kalimat di atas talking adalah kata sifat dan bukan bagian kata kerja, karena tidak di dahului oleh bentuk be. Kata kerja dalam kalimat ini adalah has.
Contoh:
1. The child…………playing in the yard is my son.
(A)   Now **
(B)   Is
(C)   He
(D)   Was

Pembahasan: A
Pada contoh ini, child adalah sebagai subyek, dan mungkin anda akan mengira kalau playing sebagai verb. Apabila itu terjadi mungkin anda akan memilih jawaban B atau D untuk melengkapinya, tetapi itu salah, sebab playing disini bukan sebagai kata kerja, anda harus menyimpulkan bahwa playing sebagai bagian dari kata sifat yang tidak memerlukan be dan kata kerja yang sebenarnya dalam kalimat ini adalah is. Jadi jawaban yang benar adalah (A) Now.

2. The film ____ appearing at the local theater is my favorite.

(A) now **
(B) is
(C) it
(D) was

Pembahasan : A
appearing bukanlah part of a verb tapi adjective. Subject nya adalah film dan verbnya adalah is. Jawaban (B), (C) atau (D) salah karena kalimat diatas sudah memiliki verb. Jawaban terbaik adalah (A) now.

SKILL 5         : BE CAREFUL OF PAST PARTICIPLES
Past Participles bisa berfungsi sebagai kata sifat atau sebagai kata kerja. Dia berfungsi sebagai kata kerja jika diawali dengan have atau be, biasanya berakhiran dengan -ed, tetapi ada beberapa yang tidak beraturan (tidak berakhiran -ed)
Contoh:           The family has purchased a television
                                                Verb
                        The poem was written by Sri
                                               Verb

Pada kalimat pertama kata purchased merupakan kata kerja, karena dia hadir bersama has. Pada kalimat ke dua kata written merupakan kata kerja, karena dia hadir bersama was.
Past participles berfungsi sebagai kata sifat (adjective) jika dia hadir sendiri tanpa diawali have atau be.
Contoh:                       The television purchased yesterday was expensive
                                                Adjective

                        The poem written by Linda appeared in the magazine
                                         Adjective

Pada kalimat pertama purchased sebagai adjective sebab dia hadir tanpa have atau be, dan dalam kalimat ini kata kerjanya adalah was. Begitupun pada kalimat ke dua, written sebagai adjective dan kata kerjanya adalah appeared.

1. The bread ......... baked this morning smelled delicious.
(A) has
(B) was
(C) it
(D) just **

Pembahasan : D
baked bukanlan part of a verb, tapi adjective. Verb dari kalimat diatas adalah smelled dan Subject nya adalah The bread. Jawaban (A) dan (B) salah karena baked adjective dan tidak membutuhkan helping verb. Jawaban (C) salah karena kalimat diatas sudah memiliki Subject. Jawaban terbaik adalah just (D).

2. The packages ........... mailed at the post office will arrive Monday.
(A) have
(B) were
(C) them
(D) just **

Pembahasan : D
Sekilas kalimat mungkin kita berfikir mailed adalah verb of the sentence jika kita lihat pada kalimat selanjutnya tidak ada verb will arrive. Jadi kata mailed bukanlah bagian verb as an adjective. Jawaban (A) have dan (D) were tidak dibutuhkan mailed-functioning sebagai adjective. Answer (C) Them adalah objek yang tidak diperlukan. Jadi jawaban yang paling tepat adalah (D) just (adverb).


Minggu, 06 Januari 2013

Resensi Novel Perahu Kertas Dewi Lestari


Judul Buku                             :    Perahu Kertas                      
Penulis                                     :    Dewi Lestari (Dee)
Editor                                      :    Hermawan Aksan
Tanggal Terbit                       :    Agustus 2009
Penerbit                                  :    Bentang Pustaka
Tebal                                                  :    444 Halaman, 20 cm
ISBN                                       :    978-979-1227-78-0

 

            Kisah dalam novel ini dimulai dengan seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya, pria itu bernama Keenan. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat hebat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tetapi ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, Fakultas Ekonomi.

            Adapun Kugy si cewek unik yang cenderung eksentrik, ia juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil Kugy sangat menyukai dongeng. Ia mempunyai banyak koleksi dongeng dan punya taman bacaan, ia juga sangat senang menulis dongeng. Cita-cita terbesarnya hanya ingin menjadi juru dongeng. Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
            Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua pindah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib. Lambat laun, Kugy dan Keenan saling mengagumi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu tidak memungkinkan karena Kugy sudah punya kekasih bernama Joshua, alias Ojos. Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.
            Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang berjudul Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan. Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
            Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
            Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remi, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu. Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi mulai jatuh hati, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
            Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain. Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan lagi. Empat sekawan ini bertemu lagi namun dengan kondisi yang sudah berbeda. Kembali hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
            Kekurangan yang saya lihat dari novel Perahu Kertas ini adalah ceritanya yang mudah di tebak untuk jalan cerita selanjutnya.
            Kelebihan dari novel Perahu Kertas adalah bahasa penulisannya yang komunikatif sehingga mudah dimengerti, ceritanya yang tidak membosankan, pesan persahabatan yang disampaikan baik, dan segala pesan moral yang disampaikan sangat baik bagi pembacanya.
Nama : Maria Ancela
NPM : 24210204
Kelas : 3EB01

Minggu, 16 Desember 2012


TUGAS BAHASA INDONESIA
KARANGAN ILMIAH
TEMA : KEWIRAUSAHAAN
JUDUL : LETAK GEOGRAFIS DALAM USAHA RESTORAN BERPENGARUH PADA MENU YANG DISAJIKAN

NAMA : MARIA ANCELA
NPM : 24210204
KELAS : 3EB01




LATAR BELAKANG

Dalam penulisan ini, saya membahas tentang keinginan dan cita – cita saya berwirausaha apa nanti dan alasan mengapa saya memilih untuk berwirausaha itu, namun tidak ada salahnya saya menjelaskan dahulu apa itu definisi wirausaha menurut pandangan beberapa ahli dan menurut definisi saya sendiri.
 Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ke dan akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.
Secara umum banyak definisi kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, beberapa pendapat tersebut yang diambil dari berbagai sumber diantaranya adalah :
·         Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
·         Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
·         Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
·         Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995 : Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Sedangkan definisi kewirausahaan menurut kata – kata saya sendiri dari berbagai sumber yang saya baca, kewirausahaan menurut saya adalah suatu kegiatan bisnis yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktifitas serta pendapatan bagi diri kita sendiri juga bagi orang lain karena dengan bertambahnya lapangan kerja yang kita ciptakan.
Jadi banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari mencoba membuka lapangan usaha. Walaupun ada resiko kegagalan atau ruginya namun tak ada salahnya untuk mencoba. Sebagai mahasiswa juga saya berfikir bahwa saya tidak ingin berkerja dengan orang lain tetapi saya ingin membuka lapangan kerja suatu saat nanti namun saya merasa masih kurang modal untuk membuka suatu usaha. Jadi yang ada di fikiran saya adalah setelah lulus kuliah saya akan bekerja sambil mengumpulkan uang yang selanjutnya saya akan pakai untuk berwirausaha sehingga saya berharap suatu saat nanti saya berhenti bekerja dan fokus mengurus usaha agar usaha yang saya ciptakan dapat sukses dan bejalan lancar.
Ada satu hal yang menarik yang saya dapat saat mencari sumber tentang kewirausahaan yaitu kutipan kalimat tentang kewirausahaan dari Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer  “An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”. Yang artinya entrepreneur atau kewirausahaan adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
Jadi beberapa hal diatas membuat saya lebih bersemangat untuk berwirausaha namun saya rasa tetap harus berhati – hati dalam menentukan apa usaha yang akan dipilih, tempat berdirinya usaha serta seperti apa sasaran target konsumen yang cocok untuk produk yang saya jual.



TUJUAN PENULISAN
1.      Memenuhi tugas kuliah softskill mata kuliah Bahasa Indonesia
2.      Dapat berguna dan menambah pengetahuan bagi para pembacanya.
3.      Pembaca menjadi lebih terbuka tentang dunia kewirausahaan dan banyak ide – ide kreatif yang tercipta sehingga menjadi wirausaha hebat yang menciptakan lapangan kerja baru untuk mensejahterahkan bangsa Indonesia.
4.      Memotivasi pembacanya untuk berwirausaha dan memiliki perkiraan yang matang tentang usahanya



HIPOTESA
            Disini saya akan membahas tentang wirausaha yang akan saya buat suatu saat nanti yaitu restoran makan. Dalam memutuskan berwirausaha restoran, tentunya saya juga harus memikirkan letak geografis dimana tempat yang cocok untuk membuka restoran dan makanan apa saja yang cocok untuk disediakan di daerah tersebut. Dan menciptakan makanan andalan yang sesuai dengan suasana restoran.
            Jika saya membuka restoran di daerah puncak atau daerah yang dingin, saya harus mempunyai produk makanan atau minuman yang hangat – hangat. Misalnya saya menyediakan produk andalan seperti sayur asem, ikan asin dan sambel goreng atau sop buntut, sop iga, dan makanan kuah sejenisnya yang disajikan panas – panas karena berdasarkan pengalaman yang saya alami makan di puncak itu makanan dan minuman itu cepat dinginnya. Dari segi minuman pun saya manyajikan produk andalan yang hangat seperti bandrek jahe, susu panas, jeruk hangat dan teh manis panas.
            Walaupun di daerah dingin saya pun harus tetap menyajikan es atau minuman dingin. Karena terkadang ada konsumen yang memesan minuman dingin, namun biasanya tetap minuman hangat yang lebih laku di pesannya. Karena daerahnya dingin, minuman hangat dapat dijadikan penghangat tubuh.
            Disamping makanan yang saya sajikan, pemandangan di sekitar restoran juga dapat menjadi daya tarik orang dalam mengunjungi restoran saya. Untuk itulah saya rasa letak geografis suatu restoran sangat penting pula. Karena restoran saya terletak di daerah pegunungan yang banyak wisatawan berkunjung dan tentunya pemandangannya amat asri. Ada pemandangan hijau nan cantik berupa pohon – pohon, terlihat pegunungan dan biasanya daerah dingin membuat orang lapar. Itulah yang menjadi salah satu  daya tarik restoran di dearah pengunungan.
            Sedangkan jika saya mau membuka restoran di daerah dataran rendah atau daerah yang panas, tentunya saya akan memilih tempat yang ramai seperti di tempat rekreasi keluarga Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah dan tempat ramai sejenisnya. Makanan yang akan restoran saya sajikan pun tidak seperti di daerah pegunungan, misalnya saya menyajikan makanan hangat berkuah hanya satu macam seperti sayur asem, kemudian ayam dan ikan di masak bumbu macam – macam, mungkin sayur lainnya seperti karedok, gado – gado, dan lainnya. Mungkin makanan tidak jauh berbeda, namun saya rasa saya akan menciptakan berbagai variasi minuman dingin seperti es campur, es cendol, es teler, puding dingin, dan segala macam jenis es kreasi saya yang akan menjadi daya tarik restoran kami bagi konsumen. Tentunya di daerah panas ini saya tidak akan menyajikan menu bandrek hangat karena saya rasa itu kurang laku untuk di tawarkan.
            Jadi berdasarkan penjelasan di atas bahwa letak geografis rumah makan berpengaruh terhadap makanan yang disajikan itu terbukti benar. Karena berdasarkan pengalaman yang saya alami pula bahwa jika saya makan di daerah dingin atau puncak saya dan kebanyakan orang yang saya tanyakan akan memilih menu makanan dan minuman yang hangat – hangat.
            Sedangkan untuk makan di restoran yang ada di daerah dataran rendah atau panas, maka minuman dingin menjadi favorit di pesan. Karena suasana yang panas membuat kita ingin yang dingin dan segar – segar. Walaupun tetap di restoran ada menu yang hangat namun jarang di pilih, mungkin di daerah panas minuman hangat hanya laku keras jika hujan – hujan dan suasananya dingin karena hujan.



KESIMPULAN
          Letak geografis suatu restoran berpengaruh terhadap menu makanan dan minuman yang disajikan adalah benar. Jadi sebagai pemilik restoran, jika saya membuka retoran di daerah dingin makan saya akan menyajikan produk makanan dan minuman yang hangat – hangat. Sedangkan jika saya membangun restoran di daerah panas maka saya akan menyajikan makanan hangat lebih sedikit dan memperbanyak menu minuman dingin yang segar – segar.
            Hipotesa itu terbukti dari contoh sampel saya sendiri dan keluarga. Jika kami makan di daerah puncak, mayoritas dari keluarga saya memilih berbagai menu hangat dan jarang bahkan hanya satu atau dua orang yang memilih minuman dingin. Namun sebaliknya jika kita makan di Jakarta atau daerah panas, kita memilih minuman yang dingin dan segar – segar.